rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Film

Garin Nugroho



Garin Nugroho Riyadi atau terbiasa dengan panggilan Garin Nugroho mempersembahkan sebuah buku dokumentasi perjalanan karirnya. Buku setebal kurang lebih 300 halaman ini merefleksikan penjiwaan nya sebagai seniman film, instalasi art, panggung, teater , serta dongeng. Refleksi yang dituangkan sebagai makna dari sebuah perjalanan menjelajah tanpa batas dalam kurun 30 tahun itu, telah melahirkan sebuah identitas yang kompleks akan karya karya garin disini, yang dapat tersimak sederhana dalam helaian gambar(foto) dalam buku berjudul : Garin Nugroho.

Acara peluncuran Sabtu lalu (6/8/11) di ball room Ritz Carlton Pacific Place, yang dikemas dalam event Djarum "Apresiasi Budaya" ini juga dihadiri seniman seniman seperti : Rahayu Supanggah (Maestro Gamelan), Romo Muji Sutrisno (Budayawan), Bambang Sugiarto (Perupa) serta Bulan Tresna Djaelantik (Penari Bali). Tak menampik bila kita menganggap Garin dengan dalam dalam telah menancapkan kukunya sebagai Maestro seniman multi talenta di Indonesia. Di buku ini jualah kita dapat mahfum akan jejak nya selama 30 tahun bergelut di panggung seni tanah air dan internasional. Bahkan hanya cukup satu bulan Garin mempersiapkan bukunya "Luar biasa sekali.. saya tidak menyangka buku ini akan selesai hanya dalam sebulan saja," ujarnya.

Kita bertanya seberapa besar dan baiknya publik kita memberi applause terhadap karya seni yang gemilang Seperti halnya beberapa karya film Garin yang notabenenya- belumlah terapresiasi dengan baik oleh masyarakat kita. Dan kita pun mahfum bahwa tingkat pemahaman masyarakat kita terhadapa kualitas dan mutu sebuah karya masihlah jauh dari kekritisan factual. Lain halnya bicara produk komersil, mungkin inilah yang paling sederhana dianggap sebuah karya monumental oleh masyarakat kita.

Djarum Apresiasi Budaya yang sudah 18 tahun mengantarkan wacana dan wadah aprseiasi seni dan pelakunya adalah sebuah kendaraan hidup yang juga mestinya tak terabaikan public. Acara yang di gelar selama 3 hari itu tak ramai di kunjungi. Mungkin karena masuknya suasana Ramadhan sebagian masyarakat di Jakarta yang menjalankan Puasa, lebih memilin berdiam diri di rumah. Atau mungkin senggolan publisitas acara ini yang kurang greget. Atau mungkin yang agak miris memang masyarkat kita (sekali lagi) masih belum punya keberanian untuk melongok karya karya seni Indonesia. Padahal tak berhenti pengakuan internasional bahwa Indonesia meliki banyak keragaman budaya seni yang sangat terjaga apik.

Secarik pesan dalam ajang ini, mulailah untuk mencintai keelokan karya seni negeri ini agar kita lebih bijak mengenal bangsa yang senantiasa damai ini. Seperti kita melihat keggigihan seorang Garin Nugroho untuk menjelajah tanpa batas, setelah melaluinya hingga terkemas dalam sebuah prosesinya untuk memaklumatkan napak tilasnya selama 30 tahun. Lestarilah budaya Indonesia, dan berkaryalah wahai putra negri ini..!(rileksmedia/kiki)
Kicky Herlambang - 6 tahun yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Minggu Ini, Mari Bersenang-senang di Kota Ayodhya
Kota Ayodhya, kawasan super block persembahan Alam Sutera Group,…
Koleksi Terbaru Lee Cooper Hadir di Fashiontastic 2017
Semangat kemerdekaan yang menghiasi dibulan ini juga turut dirasakan…
Ini Dia, 5 Kota Partisipan IKKON 2017
Sukses menggelar session perdananya pada tahun 2016 lalu, Badan…
Anggun Pukau Penonton di Festival Musik Prancis
Ikon musik Indonesia, juara World Music Award, juri Internasional…

Campaign

Nice Shot

HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara! HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara!

Rilekstube!


Partner :