rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Ceremonia

Kampanyekan Anti Mom-Shaming, Aplikasi Hallo Bumil Jadi Panutan!



Sebagai aplikasi pendamping persiapan kehamilan, masa kehamilan dan paska kehamilan, Hallobumil melihat mom-shaming sebagai isu yang perlu segera ditangani. Apalagi, disebut kurang dari setahun sejak peluncurannya, Hallobumil telah merangkul lebih dari 800ribu pengguna sehingga melihat adanya urgensi untuk mendukung perempuan pengguna dan calon pengguna aplikasi tersebut yang telah menjadi komunitas tersendiri — untuk saling bantu menghindarkan mereka dari perbuatan mom-shaming.

Mereka dari seluruh Indonesia tapi mayoritas sebanyak 750ribu pengguna memfokuskan perhatiannya pada proses menuju kelahiran dan situasi kehamilannya. “Nah, setiap minggu para calon ibu mendapatkan notifikasi tentang kondisi calon bayinya, informasi usia kehamilan, berat, tinggi tubuh dan denyut jantung normal si calon bayi melalui (sistem integrasi) pesan chatbox. Kami beda dengan aplikasi serupa lainnya yang cuma bermuatan konten artikel. Kami ini jadinya membuka dialog atas pertanyaan-pertanyaan bahkan hingga soal nutrisi makanan,” ujar Mia Argianti selaku Head of Hallobumil memberikan keterangannya. Tujuan aplikasi Hallobumil memberikan informasi yang tepat karena pembuat konten adalah dokter yang bisa dipertanggungjawabkan, tambahnya.

hallo bumil

Apalagi, kebanyakan pengguna dari kalangan calon ibu yang baru saja hendak melahirkan anak pertama. Coba bayangkan, dalam setahun, jumlah angka kelahiran di Indonesia mencapai 5 jutaan bayi baru. “Artinya ada 5 jutaan ibu yang ingin melahirkan bayi setiap tahunnya. Kebetulan, di Hallobumil selalu ada dokter aktif karena kami masih bagian dari aplikasi kesehatan Klikdokter yang terdiri dari dokter ahli, yang menguasai edukasi parenting dan pregnancy supaya dapat membantu misi menurunkan angka kematian ibu melahirkan, Tujuan utama kami pastinya kesana, karena angka kematian ibu melahirkan masih tinggi,” keluh Mia.

“Dengan aplikasi ini (Hallobumil), semoga ke depan Indonesia bisa melahirkan generasi emas sesuai harapan pemerintah yang bisa ikut melaksanakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bahkan mulai dari masa kontraksi melahirkan,” Mia mengungkapkan harapannya.

Terkait temuan data survey online JakPat bahwa hampir 60 persen ataupun pihak nomor satu yang berperilaku mom-shaming pada ibu hamil adalah malah kaum keluarga terdekar yakni mertua. Maka turut melahirkan gerakan Mengerti Mama yang digagas Hallobumil merupakan usaha untuk mendampingi mama dalam setiap fase kehidupan, mulai dari persiapan kehamilan hingga mengasuh anak.

“Untuk lebih lagi mengerti Mama, Hallobumil juga meluncurkan kampanye anti mom-shaming dalam bungkusan edukasi yang dilakukan secara konkret pada ranah digital. Latar belakang dari penyelenggaraan kampanye Mengerti Mama: Fight Mom-shaming lahir dari fakta dan kenyataan bahwa setiap ibu akan memikul tanggung jawab yang berat, dan sepanjang perjalanannya mereka membutuhkan kesehatan fisik dan juga mental yang luar biasa,” demikian keterangan Mia Argianti. (FokusKini/Jan)
rileksmedia - 3 minggu yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Anggun Ukir Sejarah di Perancis!
Penyanyi kelahiran Indonesia yang malang melintang di industri musik…
Rayakan Hari Jadi ke-20, ARASHI Gelar Tur dan Jumpa Penggemar
Merayakan 20 tahun debutnya yang jatuh pada 3 November…
Batam Medical Blockchain Menarik Perhatian tamu VIP GBA 2019 Singapura di Deloitte
Batam Medical Blockchain (BMB) menarik perhatian para tamu VIP…
Transformasi Digital Sebagai Strategi Bisnis Hulu Migas
Salah satu kontribusi industri hulu minyak dan gas bumi…

Campaign

Nice Shot

Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta

Rilekstube!


Partner :