rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Kesehatan

7 Langkah Tangkal Kolesterol Untuk Jantung Sehat!



Data dari Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian tertinggi. Data ini menyebutkan bahwa sekitar 12,9% kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Faktanya, setiap 12 detik, penderita penyakit jantung di Indonesia bertambah 1 orang dan 3 detik kemudian, ada 1 penderita yang di vonis stroke. Dan terkait bahaya kolesterol tinggi, orang dengan kolesterol tinggi mempunyai 2x risiko terkena penyakit jantung dan stroke, dan bahayanya, gejala kolesterol tinggi ini tidak terlihat sampai akhirnya terjadi komplikasi.

Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Bidang Kesehatan (BPJS) di tahun 2015, biaya yang dihabiskan untuk biaya pelayanan penderita penyakit jantung sebesar Rp.6,9 Triliun dan meningkat menjadi Rp.7,4 Triliun di tahun 2016, dan merupakan penyakit yang paling banyak menghabiskan biaya pelayanan kesehatan diantara penyakit katastropik lainnya. Sementara biaya pelayanan yang dihabiskan untuk penderita stroke sebesar Rp.1,15 Triliun di tahun 2015 dan meningkat menjadi Rp.1,2 Triliun di tahun 2016.

Kampanye gerakan jantung sehat

Untuk itu, Kementerian Kesehatan menghimbau agar masyarakat Indonesia dapat menjadi agen perubahan dalam perilaku hidup sehat, khususnya  dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas dapat diwujudkan, sebagaimana dipaparkan oleh dr. Iman Asjikin Hidayat, MHA, selaku Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner dan stroke, terutama di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, baru mulai terasa setelah bertahun-tahun.

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42% atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk kita, menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Ilkka Ojansivu, Business Manager in Multiple Asian Countries, dari Raisio Principal Benecol Finlandia menekankan bahwa, ”Gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik, merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler, diabetes dan kanker. Data global menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang dewasa tidak cukup aktif dan 4 dari 5 remaja, tidak cukup aktif. Sementara olahraga terbukti mampu mengendalikan berat badan, tekanan darah, meredakan peradangan, meningkatkan kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan dan meningkatkan HDL”.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karenaobesitas. Jika gaya hidup sedentari diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Hidup sehat yang dimaksud adalah gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol  serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke yang meliputi diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi.

“Kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dangangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” jelas Dr. Vito A. Damay, Sp.JP(K), M.Kes, FIHA, FICA, Pengasuh Redaksi Medis dari Klikdokter.com serta spesialis jantung dan pembuluh darah, sebagai salah satu konsultan dalam kampanyeGerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017.

Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol

Kalbe Nutritionals memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui brandnya Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia. Plant Stanol Estermerupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan. Dalam hal ini,telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda mampu menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu.

Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus. Kesamaan bentuk molekul antara Plant Stanol Ester dan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus tergantikan. Artinya, proses penyerapan kolesterol akan berkurang, karena tergantikan oleh Plant Stanol Ester.

Kampanye gerakan jantung sehat

“Di Tahun 2017 ini, dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia pada tanggal 29 September yang mengangkat temaShare The Power dan Hari Stroke Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 Oktober dengan temaWhat’s Your Reason For Preventing Stroke?, kembali bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com, Kalbe Nutritionals ingin meneruskan kesuksesan momentum di tahun 2016 untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi penurunan kolesterol, risiko stroke dan jantung koroner masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan lewat rangkaian program Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol dengan tema 2017 yaitu GERAKAN JANTUNG SEHAT yang diadakan di 5 kota besar di Indonesia selama bulan Juli sampai dengan bulan Oktober. Program Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 sejalan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, melalui rangkaian edukasi dan inovasi produk untuk meminimalisir penderita kolesterol dan jantung koroner di Indonesia,” jelas Diny Elvirani selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals.

“Salah satu seminar Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol yang dilangsungkan, adalah pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 di The Hall, Senayan City Mall, dengan rangkaian edukasi Gerakan Jantung Sehat, berupa pengenalan pola pikir rendah kolesterol dan rendah risiko penyakit jantung, demo mengenal pola makan dan porsi makan sehat, demo pola gerak sehat praktis sebagai solusi hidup sedentari, serta program deteksi dini kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung koroner. Harapannya dengan mengenali pola pikir, pola makan, dan pola gerak yang sehat, masyarakat Indonesia dapat berperan aktif menjadi agen perubahan, tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan minimal dalam lingkungan keluarga dan sekitarnya,” ungkap Donny Bambang Iryanto selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol.

Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp.JP(K), Ketua Yayasan Jantung Indonesiamengungkapkan, “Di Hari Jantung Sedunia 2017 yang mengangkat tema Share The Power, Yayasan Jantung Indonesia terus mensosialisasikan edukasi akan bahaya serta pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui kampanye Panca Usaha Jantung Sehat dan menginspirasikan orang-orang di sekitarnya untuk bersama-sama menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari penyakit kardiovaskuler”.

Melalui kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017,Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk bahu membahu dalam menurunkan risiko jantung koroner melalui Gerakan Jantung Sehat, yaitu mengenal, menurunkan dan mengontrol kolesterol, dengan gaya hidup TANGKAL yang terdiri dari 7 Langkah Tangkal Kolesterol yaitu: 1) Teratur periksa kolesterol; 2) Awasi asupan dan pola makan; 3) Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol; 4) Giat Berolahraga dengan senam B-FIT; 5) Kendalikan berat badan dan hindari stress; 6) Awasi tekanan darah; 7) Lengkapi dengan Nutrive Benecol 2x sehari.

Rangkaian edukasi yang diadakan, disusun untuk merubah pola pikir melalui seminar mengenai stress oksidatif, memperbaiki pola makan melalui demo masak bersama ahli gizi dan menerapkan pola aktivitas fisik yang dipimpin melalui gerakan senam B-FIT 2.0 yang bermanfaat untuk membakar kolesterol, merelaksasi tubuh (mengurangi stres), membakar kalori dan memperbaiki postur tubuh. (PR)
rileksmedia - 4 minggu yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Kembali Raih Penghargaan, Anggun Jadi Artis Indonesia Langganan Piala Bergengsi Dunia
Goodwill Ambassador United Nations, artis Asia terlaris di luar…
Kampung Bekelir, Destinasi Wisata Baru di Tangerang dari Pacific Paint
Setelah tampak indah dan mendunia dari kota Malang, keindahan…
Peduli Sesama, KAHMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Banjir NTB
Bencana banjir yang menimpa Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat…
Tantangan Generasi Millenial Lewat Film My Generation
IFI Sinema yang telah berkecimpung dalam industri film nasional…

Campaign

Nice Shot

HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara! HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara!

Rilekstube!


Partner :