rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Teknologi

Teradata Hadir Untuk Bisnis Retail Indonesia



Minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan sebuah data dan survey bagi pelaku industri retail kini sepertinya akan berubah total lewat sebuah sentuhan dari Teradata. Ya, perusahaan yang mengembangkan big data analytics, dengan kantor perwakilan yang tersebar di seluruh dunia tersebut akan melakukannya untuk industri tersebut.

Dengan 77 negara yang sudah berpartisipasi menggunakan Teradata, pasar Indonesia dirasa lebih berpotensi terlebih lagi industri retail dengan kurang lebih 500 anggotanya yang sejauh ini masih belum memanfaatkan teknologi sebuah data. “Informasi tentang dunia di sekitar kita akan selalu berubah secara konstan. Memahami, mengadaptasi dan identifikasi kesempatan di dunia yang cepat berubah ini, sehingga memerlukan daya analitik yang besar. Saat inilah waktu yang tepat bagi Teradata,” Ujar Erwin Z. Achir, President Director Teradata Indonesia dalam siaran rilisnya yang diterima rileksmedia baru-baru ini.

Teradata

Indonesia sendiri merupakan negara ke 4 terbesar dunia untuk pengguna Facebook, nomer 5 untuk Twitter dan juga nomer 3 untuk pertumbuhan para pengguna internet di dunia, hal ini juga yang mendasari bagaimana Teradata melihat pasar retail yang sayang dilewatkan setelah sebelumnya fokus berpartner dengan nama-nama besar dari dunia perbankan, telekomunikasi dan lembaga pemerintahan.

"Pasar retail dapat mendorong nilai bisnis dalam rantai suplai, analisis harga, dan pada saat yang bersamaan dapat menciptakan loyalitas pelanggan." Tambah Erwin. Ia pun juga menyarankan perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi program pemasaran berbasis pelanggan dan loyalitas agar dapat tetap kompetitif. Hal ini berlaku terutama untuk ritel yang berkembang dari offline ke online dan sebaliknya. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO), Roy Mandey, berkomentar bahwa pengusaha ritel dapat mengumpulkan sejumlah besar data dari sistem operasional mereka dan menemukan nilai manfaat dari data yang tersimpan. Ia percaya bahwa analisis data yang besar akan membantu pengusaha ritel untuk mendapatkan wawasan yang benar di beberapa channel, seperti sosial media, data unggahan, video pada kanal youtube, dan data email untuk dapat memperluas bisnis mereka.

"Dengan data yang dikumpulkan dan dikelola, seharusnya ini bisa menjadi peluang dan benefit yang bagus para anggota kami. Pentingya melihat data analisis untuk perkembangan bisnis sangat diperlukan" Ujarnya.

Seperti diketahui, Terdata juga mencatat pendapat dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) tadi dimana pasar ritel harus secara efektif memanfaatkan kekuatan Big Data Analytics jika mereka ingin meningkatkan penjualan dan keuntungan. Adapun Pelanggan Teradata adalah toko-toko yang memiliki jaringan luas di seluruh dunia dan sektor ritel online,  seperti Walmart, 7-Eleven, eBay, Rakuten (Jepang), American Eagle Outfitters, Hallmark, dan ratusan lainnya. (JAN)
rileksmedia - 2 tahun yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Keren! Tangga Lagu Billboard Jadi Milik Anggun Seorang!
Juara World Music Awards, juri Asias Got Talent, United…
Sebagai Pusat Dakwah, DMI Periode Baru Resmi Dilantik
Setelah Pensiun dari Polri Haji Budi Gunawan akan aktif…
Dukung 1000 Hari Pertama Sikecil Lewat Kampanye Bunda PAS
Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) buah hati adalah masa…
Sokong Kemajuan Ekonomi, ISTMI Gandeng PT PGN Gelar Diskusi Interaktif
Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI)…

Campaign

Nice Shot

HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara! HERO Supermarket mempersembahkan Parade Cooking Demo Selera Nusantara!

Rilekstube!


Partner :