rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Relations

Academic English, Cara Mudah Adaptasi Belajar di Luar Negeri



Jumlah siswa Indonesia yang belajar ke luar negeri untuk mengambil gelar Sarjana, Master, dan Doctoral, menurut laporan UNESCO di buku Global Education Digest 2012, mencapai 34.067 siswa. Dari jumlah tersebut, 10.135 ke Australia, 6.882 ke Amerika Serikat, dan sisanya ke berbagai negara lain. 

Data tersebut menunjukkan, bahwa siswa Indonesia yang mengambil kuliah ke negara berbasis bahasa Inggris terbukti dominan. Dengan begitu, peran kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sudah tentu menjadi syarat mutlak.

Namun ternyata, mampu berbahasa Inggris secara umum saja tidak cukup. Beberapa penelitian menyebutkan, bahwa siswa internasional yang bersekolah di negera berbahasa Inggris mengalami sejumlah kendala akademis. Seperti disebutkan dalam Australian Journal of Psychology, Barker dan beberapa kolega yang meneliti sejumlah siswa asing di Australia, menyebutkan kendala utama mahasiswa internasional di antaranya adalah ketidaksesuaian dengan kondisi setempat, perbedaan budaya akademis, sehingga menyebabkan sebagian kesulitan beradaptasi. 

Begitu juga dengan siswa-siswi dari Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan Lewis R (1997), yang dipaparkan dalam tulisan Learning Styles in Transition: A Study of Indonesian Students, menyebutkan kendala siswa di Indonesia yang pasif, karena lingkungan pengajaran lebih banyak didominasi komunikasi satu arah, yakni dari guru ke siswa. Padahal, di lingkungan akademis yang baru, kebiasaan berdiskusi, bertanya, dan berpendapat, menjadi salah satu faktor penting kesuksesan studi. 

Tak heran, jika sebuah penelitian lain oleh Ismet Avri Novera yang dimuat di International Education Journal (2004) menemukan fakta bahwa siswa Indonesia banyak mengalami kendala soal akademis. Beberapa diakibatkan oleh kesalahan pemilihan kata, sehingga membuat mereka gugup saat bicara, tidak percaya diri ketika berdiskusi, hingga kesulitan ketika menulis laporan dalam bahasa Inggris. 

Karena itulah, adaptasi yang lebih cepat dan mudah menjadi kebutuhan selain faktor bahasa semata. Di sinilah peran program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan,” sebut William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS). 

Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski juga bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Dan, karena selama ini, Academic English kebanyakan ditawarkan kepada siswa setelah sampai ke negara tujuan, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS: INSEARCH membawa program tersebut langsung ke Indonesia. “Inilah pertama kali Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Tujuannya semata untuk mempermudah dan mempercepat siswa beradaptasi, jauh sebelum mereka terjun langsung di luar negeri. Dengan begitu, saat mulai belajar, mereka bisa langsung tune in dan fokus untuk segera menyelesaikan studinya, tanpa terlalu repot beradaptasi lagi,” sebut Evelina Kusumawardhani, Manajer Operasional Area 1 ELTI Gramedia. 

Lebih jauh, menurut Stephanie King, Koordinator Akademik ELTI GRAMEDIA - UTS: INSEARCH, ada banyak keuntungan bagi siswa untuk mengambil Academic English di Indonesia. Pertama, soal kebiasaan diskusi. Dengan Academic English ini, siswa akan dibiasakan diskusi dan bercakap-cakap lebih intensif di kelas. Selain itu, perbendaharaan kata yang diberikan pun akan lebih memudahkan siswa langsung bisa berkomunikasi dengan efektif dan efisien. Kemudian, saat membuat esai atau tesis, siswa yang mengambil program ini juga akan langsung tahu apa yang harus dilakukan, sehingga dengan mudah dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan di kelas. “Selain itu, kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi,” terang Stephanie. 

Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA – UTS: INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, Jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.

Begitulah, seperti pepatah, lain ladang, lain belalang. Lain negara, lain budayanya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. Sehingga, Academic English dapat menjadi solusi terbaik untuk siswa siswi Indonesia, agar mudah beradaptasi, saat belajar di luar negeri. (rileksmedia/*)

rileksmedia - 4 tahun yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Musik Kekinian dan Gaya Millenial Dalam Balutan Film Menunggu Pagi
Perkembangan industri film nasional kembali membuat para penggemarnya bergembira.…
Asah Aktivitas Keluarga di Funtopia Traveloka, Saatnya Kita Main!
Libur panjang atau long weekend dibulan Agustus ini tampaknya…
Belajar Banyak Keahlian Pemasaran Melalui Khong Guan SMK Jago Jualan
Sesuai dengan slogan SMK BISA SMK HEBAT, saat ini…
Yuk! Kenali 3 Jenis Kulit Bayi Darisini
Kelahiran sang buah hati pasti sangat dinanti oleh tiap…

Campaign

Nice Shot

Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta

Rilekstube!


Partner :