rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Tips Dr Michael

Optimalkan Penurunan Berat Badan dengan Minuman Isotonik



Sebagaimana diketahui bahwa metode penurunan berat badan yang baik dan sehat adalah dengan mengatur motivasi, diet,olahraga dan obat, namun seringnya terjadi salah persepsi tentang diet yang diartikan dengan tidak boleh makan ternyata membuat proses penurunan berat badan menjadi tidak optimal. 

Pengertian diet yang benar adalah makan dengan porsi yangtelah disesuaikan dengan tujuan dan kondisi kesehatan seseorang. Perlu untuk diketahui bahwa cairan yang diperoleholeh tubuh tidak hanya berasal dari minuman melainkan jugadari berbagai makanan misalnya sup, buah dan sayur oleh sebab itu bagi penderita obesitas yang melakukan diet, terlebih lagidiet ketat akan berpotensi untuk mengalami dehidrasi.

Kurangnya intake cairan dapat menjadi lebih buruk saat penderita berusaha menurunkan berat badan secara cepat misalnya dengan obat pencahar untuk mempermudah buang airbesar dan berbagai bahan diuretik baik yang berasal dari obat ataupun dari bahan alami seperti teh yang pada akhirnyamempercepat terjadinya dehidrasi. Hal lainnya adalah munculnya rasa mual akibat gangguan lambung yang akan berdampak langsung pada berkurangnya keinginan untuk makan dan minum. Ada pula pasien yang menggunakan obat penekan nafsu makan yang bersifat sentral yang memanipulasi pusatmakan di otak yang pada akhirnya juga akan menekan nafsu makan. Berbagai hal diatas akan saling memperberat gangguan dehidrasi namun sayangnya hal itu tak disadari karena keinginan untuk kurus yang begitu mengemuka sehingga penderitamengabaikan berbagai kaidah kesehatan. Bila dirunutkebelakang maka terlihat bahwa pola pikir yang benar dan wajar harus dimiliki oleh setiap penderita obesitas agar tidak mengalami gangguan dehidrasi yang dapat mengganggu kerja dari organ-organ tubuh seperti otak, ginjal, hati, otot, sendi, kulit dan lainnya.

Mengkombinasikan olahraga dengan diet adalah pilihan terbaik yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan namun bilaolahraga tersebut berintensitas berat atau sedang namun berdurasi lebih dari satu jam tentunya juga akan menyebabkan terjadinya kehilangan cairan dan juga elektrolit. Dehidrasi yangterjadi akan menimbulkan rasa haus, bibir kering, penafasan tidak segar, sakit kepala, telapak kaki dan tangan terasa dingin bahkan juga dapat menimbulkan gangguan konsentrasi (yang biasa dikenal sebagai "lemot") bahkan dalam derajat yang lebih serius dapat terjadi hilangnya ingatan jangka pendek. Tak cukup dengan berbagai keluhan diatas, keadaan penderita obesitas juga dapat menjadi lebih buruk dengan munculnya keluhan yang diakibatkan oleh hilangnya berbagai elektrolit dari tubuh seperti Natrium, Kalium, Chlorida. Gangguan dapat muncul adalah kekakuan otot, kram, kesemutan sampai dengan kejang-kejang yang sering disalah artikan dengan terjadinya stroke. Tentunya para penderita obesitas sudah paham benar kalau mereka adalah target utama untuk mengalami stroke dan pada saat tersebut mungkin saja mereka menjadi mengalami panic disorder yang tanpa sadar mereka akan mempercepat frekuensi pernafasan yang pada akahirnya juga memperberat dehidrasi yang telah ada dan pasien masuk ke dalam lingkaran setan yang dapat berpotensi pada kematian.

Penderita obesitas yang tentunya juga memiliki komposisi lemak tubuh berlebihan akan lebih mudah terpapar dehidrasi oleh sebab itu minum jika hanya merasa haus adalah tidak tepat,karena pada saat itu dehidrasi sudah terjadi. Minum secara teratur juga baik untuk memperbaiki metabolisme penderita obesitas dan bersamaan dengan itu akan membantu untuk mengeluarkan sisa-sisa pembakaran tubuh. Dalam berbagaikeadaan diatas jelas bahwa minum air menjadi hal penting untuk menjamin proses penurunan berat badan namun mengkonsumsi air saja ternyata tidak cukup karena air tak akan mampu menggantikan berbagai elektrolit yang hilang, karena ituminuman isotonik adalah salah satu pilihan rasional yang akan menggantikan cairan, elektrolit dan juga karbohidrat yang ada akan mengisi energi yang hilang setelah berolahraga sehingga pasien tidak megalami kelelahan yang berlebihan. Cairan isotonik juga memperbaiki metabolisme sel sehingga akan meningkatkan kinerja tubuh yang biasanya menurun akibat penurunan konsumsi makanan. Elektrolit yang ada juga mampu untuk menyeimbangkan gerak garam-garam tubuh yang ada sehingga fungsi organ dapat bekerja secara baik yang pada akhirnya juga akan mengoptimalkan proses penurunan berat badan sebagaimana yang diharapkan.(MT/image: google.co,id)

Dr. Michael Triangto, SpKO dikenal sebagai spesialis Kedokteran Olahraga yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Olahraga Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Staf Ahli Medis untuk Persatuan Golf Indonesia. Selain aktif sebagai pembicara di berbagai seminar ilmiah dan popular, sehari-hari, dr. Michael berpraktek di RS Mitra Kemayoran serta Klinik Slim&Health Mal Taman Anggrek Jakarta. Bukunya yang berjudul Sport Therapy telah diterbitkan ulang oleh Penerbit Intisari.
rileksmedia - 5 tahun yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Butik Pertama Jawhara Syari Hadir di FX Sudirman
Pecinta busana muslimah kembali dimanjakan dengan kehadiran sebuah butik…
Musik Kekinian dan Gaya Millenial Dalam Balutan Film Menunggu Pagi
Perkembangan industri film nasional kembali membuat para penggemarnya bergembira.…
Asah Aktivitas Keluarga di Funtopia Traveloka, Saatnya Kita Main!
Libur panjang atau long weekend dibulan Agustus ini tampaknya…
Belajar Banyak Keahlian Pemasaran Melalui Khong Guan SMK Jago Jualan
Sesuai dengan slogan SMK BISA SMK HEBAT, saat ini…

Campaign

Nice Shot

Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta Cinta Komunitas SecondLine Squad Untuk Persija Jakarta

Rilekstube!


Partner :