Resep menurunkan berat badan yang ampuh dan dikenal luas oleh masyarakat adalah berolahraga seberat mungkin disertai dengan diet seketat mungkin. Untuk jangka waktu yang pendek tentunya ini akan berjalan lancar namun untuk waktu yang lama ternyata hal itu bukanlah jaminan.

Sayangnya banyak yang tidak yakin dengan kenyataan ini maka mereka dengan penuh percaya diri melanjutkan program yang pernah berhasil berhasil pada mereka tersebut bahkan dibuat jauh lebih berat yaitu makan seperlunya saja dan hanya satu kali sehari lalu intensitas olahraga ditambahkan misalnya jika sebelumnya latihan dilakukan tiga kali seminggu maka kini dilakukan 5 hari bahkan ada yang setiap hari tanpa istirahat pagi dan sore.
Untuk sementara waktu mungkin ini akan berhasil namun setelah beberapa waktu timbangan tak mau bergerak turun lagi malah tak jarang ada yang naik. Lalu dimana letak kesalahannya?
Untuk mencari jawabnya sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa latihan yang berat pasti akan membakar kalori di dalam tubuh manusia. Bertambah banyak kalori yang terbakar akan menyebabkan kadar gula yang bertambah rendah di dalam darah dan untuk mengantisipasi keadaan ini tubuh akan merangsang rasa lapar yang pada efek lanjutannya akan memaksa tubuh untuk makan lebih banyak agar dapat memenuhi kadar gula yang dibutuhkan yang tujuannya adalah agar berbagai fungsi tubuh dapat berjalan sebagaimana biasa. Akibatnya? Berat badan pasti naik!
Dalam keadaan tersebut sebenarnya tubuh mengalami perlakuan yang semena-mena dan tak adil namun sekali lagi logika kita lebih terikat pada pernyataan bahwa: " Untuk menurunkan berat badan harus melalui olahraga seberat mungkin dan makan seminimal mungkin".

Untuk mempermudah pemahaman tentang ketidakwajaran pernyataan ini adalah dengan suatu perumpamaan. Bila pembantu rumah tangga (PRT) kita diminta untuk bekerja melewati jam kerja namun gaji mereka yang seharusnya ditambah, tidak kita berikan melainkan kita potong maka hal itu tentunya tak adil dan dipastikan tidak ada yang mau melakukannya.
Kenyataannya kita melakukan hal itu saat menurunkan berat badan yaitu dengan makan dikurangi namun olahraga ditambah. Mudah2an dengan penjelasan ini dapat membuat kita lebih memahami bahwa olahraga berat dan diet ketat tak selalu dapat untuk dipaksakan terutama untuk jangka panjang.(MT/foto lisutrasi: google.co.id)
Dr.
Michael Triangto, SpKO dikenal sebagai spesialis Kedokteran Olahraga
yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Olahraga
Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Staf
Ahli Medis untuk Persatuan Golf Indonesia. Selain aktif sebagai
pembicara di berbagai seminar ilmiah dan popular, sehari-hari, dr.
Michael berpraktek di RS Mitra Kemayoran serta Klinik Slim&Health
Mal Taman Anggrek Jakarta. Bukunya yang berjudul Sport Therapy telah
diterbitkan ulang oleh Penerbit Intisari.
rileksmedia -
10 bulan yang lalu