Bagi para penderita obesitas tentunya sudah sering melakukan diet ketat dan hasilnya berat badan turun secara drastis namun sayangnya keberhasilan tersebut hanya sementara karena setelah beberapa waktu berat yang sudah berkurang tersebut kembali melambung ke berat semula bahkan tidak jarang naik melampaui berat badan awal.

Hal inilah yang sering membuat putus asa bagi pelakunya sampai-sampaimereka memutuskan untuk menghentikan berdiet dan menerima begitu saja kondisi tubuh yang gemuk. Tidak hanya itu, diet ketat yang berkepanjangan juga sering menjadi penyebab timbulnya gangguan kesehatan seperti sakit mag, pusing, anemia dan juga depresi.
Gangguan kesehatan dan depresi yang ditimbulkan saat melakukan diet ketat tentunya akan membuat kemampuan dan kemauan berolahraga juga akan berkurang yang pada gilirannya akan membuat kondisi tubuh menjadi bertambah buruk yaitu tingkat metabolisme tubuh berkurang sehingga mempermudah terjadinya kenaikan berat badan. Itulah sebabnya mengapa berat badan yang sudah pergi tersebut menjadi kembali dan secara perlahan-lahan tapi pasti naik melampaui apa yang pernah ada.
Dengan demikian penderita obesitas akan masuk kedalam lingkaran setan yang tak pernah berakhir. Untuk mengatasi keadaan ini sangat diperlukan keberanian untuk memutus siklus tersebut yaitu dengan menambah jumlah makanan dari diet yang ketat menjadi makan dalam jumlah cukup yaitu ¾ dari porsi kenyang. Perubahan ini dipercaya akan mampu mencukupi kebutuhan tubuh untuk hidup sehat, gangguan lambung akan sembuh dan depresi akan hilang sehingga tubuh lebih berenergi akibat meningkatnya metabolisme tubuh.
Kondisi tubuh yang berangsur membaik tersebut harus disertai dengan melakukan latihan olahraga yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing individu dan dilakukan secara terprogram, teratur dan berkesinambungan. Diet dalam jumlah yang cukup yang disertai dengan olahraga tentunya akan menjamin penurunan berat badan yang meski lambat untuk dapat melihat hasilnya namun karena tubuh yang sehat akan membuatsiapapun mampu melakukan program tersebut untuk jangka panjang tanpa perlu merasakan depresi berkepanjangan.(MT/image: google)
Dr.
Michael Triangto, SpKO dikenal sebagai spesialis Kedokteran Olahraga
yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Olahraga
Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Staf
Ahli Medis untuk Persatuan Golf Indonesia. Selain aktif sebagai
pembicara di berbagai seminar ilmiah dan popular, sehari-hari, dr.
Michael berpraktek di RS Mitra Kemayoran serta Klinik Slim&Health
Mal Taman Anggrek Jakarta. Bukunya yang berjudul Sport Therapy telah
diterbitkan ulang oleh Penerbit Intisari.
rileksmedia -
11 bulan yang lalu