Di abad modern seperti saat ini banyak yang percaya kalau permainan yang
baik adalah permainan yang menggunakan komputer dan permainan kuno
seperti lompat karet, tak lari, congklak ataupun bermain kelereng
dianggap sudah ketinggalan zaman. Oleh sebab itu jenis-jenis permainan
ini banyak yang sudah ditinggalkan dan saat ini hanya menjadi kenangan
bagi kaum tua. Pada kenyataannya ternyata pada permainan-permainan kuno
dan sederhana tersebut mengandung banyak olah fisik yang tentunya baik
bagi kesehatan dan bahkan ada yang mampu untuk melatih otak yang biasa
dikenal sebagai olahraga otak atau yang dikenal juga sebagai brain gym.

Brain
gym sendiri banyak digunakan untuk melatih kedua belahan otak kita
yaitu otak kanan dan otak kiri. Fungsi kedua otak tersebut berbeda yaitu
otak kanan lebih banyak digunakan untuk menghitung dan segala sesuatu
yang berhubungan dengan logika sedangkan otak kiri lebih untuk kemampuan
berbahasa dan membuat perencanaan namun pada kenyataannya mereka saling
melengkapi satu dengan yang lain. Adapun salah satu prinsip dari brain
gym tadi adalah melakukan gerakan pada anggota tubuh dengan melewati
garis tengah tubuh dan selama melakukan gerakan menyeberang dari sisi
kanan ke sisi kiri dan sebaliknya dilakukan berulang-ulang. Seperti yang
kita ketahui bahwa tubuh manusia lebih banyak di dominasi oleh salah
satu sisi tubuh dan akibatnya sisi tubuh yang dominan menjadi lebih
terampil dibandingkan dengan sisi satunya, oleh sebab itu latihan brain
gym tersebut sangat perlu untuk dilakukan untuk membantu mensinkronisasi
antara kedua sisi dari otak dan juga memaksimalkan kemampuan otak yang
ada.
Berdasarkan prinsip brain gym diatas maka permainan kuno
yang memilin lengan dan jari-jari tangan akan membuat jari tangan kanan
berada di sisi kiri dan juga sebaliknya bahkan permainan ini akan
bertambah nilai kesulitannya dengan hanya memperbolehkan lawan bermain
untuk menunjuk jari yang dimaksud untuk digerakkan tanpa boleh
menyentuhnya. Goal dari permainan ini adalah meningkatkan keterampilan
fisik dan koordinasi otak untuk menjalankan perintah yang diminta yang
akan membuat otak terlatih baik pada sisi kanan dan kirinya.
Dengan
melakukan permainan ini tanpa sadar otak menjadi terlatih disertai
dengan keterampilan otot-otot kecil di sekitar jari-jari tangan tanpa
harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli perangkat permainan
komputer. Nah siapa bilang permainan kuno sudah ketinggalan
zaman?(MT/foto ilustrasi : google)
Dr.
Michael Triangto, SpKO dikenal sebagai spesialis Kedokteran Olahraga
yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Olahraga
Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Staf
Ahli Medis untuk Persatuan Golf Indonesia. Selain aktif sebagai
pembicara di berbagai seminar ilmiah dan popular, sehari-hari, dr.
Michael berpraktek di RS Mitra Kemayoran serta Klinik Slim&Health
Mal Taman Anggrek Jakarta. Bukunya yang berjudul Sport Therapy telah
diterbitkan ulang oleh Penerbit Intisari.
rileksmedia -
1 tahun yang lalu