Permainan bulutangkis diakui dunia sebagai olahraga yang menggunakan bola tercepat adalah cabang olahraga yang sangat digemari di Indonesia, terutama saat Indonesia selagi masih mendominasi dunia dengan meraih medali dan piala di berbagai kejuaraan dunia termasuk Olimpiade.

Meski banyak diberitakan tapi jarang sekali kita mendengar terjadinya kasus kecelakaan yang terjadi di olahraga bulutangkis dibandingkan dengan olahraga balap sepeda, motor ataupun mobil, namun pada kenyataannya hal itu memang ada dan pernah terjadi bahkan berakibat fatal.
Kejadian paling fatal adalah saat salah satu atlet andalan kita mengalami kecelakaan dimana timah pemberat shuttlecock yang digunakan saat berlatih tanpa disengaja terlepas dan melesat bak peluru menghantam bola mata sang atlet dan mengakibatkan kebutaan yang permanen.
Sejak itu para atlet dan pelatih mulai lebih berhati-hati dalam berlatih terutama saat berada di depan net mereka banyak menggunakan kacamata pelindung dari plastik yang dapat melindungi mata mereka dari kecelakaan yang tak diinginkan atau bahkan ada yang menggunakan helmet agar dapat melindungi mata dan kepala dari benturan dengan shuttlecock yang di smash oleh atlet lawan berlatihnya.
Permasalahannya adalah ketidak nyamanan saat berlatih dengan menggunakan alat pengaman tersebut akan mengurangi kemampuan atlet untuk mengantisipasi datangnya bola yang sangat cepat sehingga banyak juga yang menolak untuk menggunakan pengaman.
Kasus lainnya adalah terjadinya trauma akibat benturan keras dari shuttlecock langsung dengan bola mata yang mengakibatkan terjadi perdarahan di dalam bola mata yang bila tak tertangani dengan baik juga akan membuat gangguan penglihatan terutama saat melihat sinar karena akan memendarkan cahaya sehingga penglihatan menjadi tidak jelas dan akan mengganggu penglihatan secara permanen.
Bilamana terjadi kecelakaan dan cedera pada mata saat bermain bulutungkis maka lakukan beberapa hal di bawah ini:
1. Tanyakan pada penderita bagaimana penglihatannya dan apa yang dirasakan
2. Periksa keadaan bola mata apakah terlihat adanya luka. Bila tidak ada luka yang terjadi namun yang bersangkutan menyatakan adanya gangguan penglihatan ataupun bila terdapat luka sekecil apapun maka secepatnya tutup dengan kain bersih atau kasa dan bawa secepatnya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang memadai
3. Jangan menunda penanganan cedera mata karena akan berakibat pada gangguan penglihatan bahkan kebutaan yang permanen.(MT/image: MT)