rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Ekonomi Bisnis

Dermawan = Hidup Boros?



Hutang bagi seorang pebisnis adalah modal yang harus ada untuk mengembangkan bisnisnya. Nah masalah berkembang tidaknya, ini sangat tergantung dengan orang yang bersangkutan, mampukah memaneg modal dari hutangnya menjadi hal yang produktif atau malah menjadi beban usahanya.
 
Secara umum sukses tidaknya seseorang dengan masa depannya, secara ekonomi, adalah kebiasaannya dalam membelanjakan uang yang ada pada dirinya, termasuk pemboros atau selalu berhemat. Namun secara sosial, kepribadian dan lainnya, tidaklah sebanding dengan kemapanan secara ekonomi. Oleh karena itu, orang yang sukses secara ekonomi, belum tentu sukses dalam hubungan sosial atau mampu mempunyai kepribadian yang seimbang.
 
Ambil contoh dua orang pegawai negri dengan golongan yang sama dan dengan gaji yang lumayan besar, tidaklah musti sama tingkat kemapanan ekonominya. Secara keseluruan kunci pembeda kedua pegawai negri tersebut hanyalah kebiasaan mereka dalam masalah keuangan mereka, sebagai penghemat atau pemboros. Selain mungkin usaha-usaha sampingan lainnya yang memang diusahakannya. Namun bagaimanapun juga usaha yang lain yang diusahakannya, kalau tetap terjadi pemborosan di sana - sini, maka kecil kemungkinan untuk mengalahkan kemapanan seseorang yang setingkat, yang berhemat dalam managemennya.
 
Hidup Boros memang mengasyikan, namun bisa menjadi bumerang dalam hidup kita !
Bagaimana tidak mengasyikan kalau kita menjadi banyak teman dan dianggap orang yag sangat dermawan. Seakan hidup kitapun menjadi penuh arti dan sanjungan. Dan kitapun seakan rela dengan itu semua, karena semua telah menanggapinya dengan penuh penghargaan pada diri kita.
 
Kita seakan menjadi dihormati karena sikap kedermawanan kita. Kita seakan menjadi PeDe karena kita banyak pengalaman dari sikap pemborosan kita, sehingga kitapun tak pernah berkecil hati karena kita banyak pengalaman akan sikap pemborosan kita.
 
Namun sayang kita tidak sadar dengan jebakan dari sikap-sikap pemborosan kita yang seakan penuh makna dan arti itu. Sebab banyak hal yang telah kita beri dengan pengalaman boros kita dan sikap kedermawanan kita, ternyata mudah lenyap dengan seketika, ketika kita harus terjebak dalam hidup yang sudah tidak bisa memberi akibat pemborosan yang ada. Kemudian kitapun takut di bilang orang yang tidak mampu secara ekonomi, pelit dalam banyak hal, dan lebih parah lagi kitapun seakan mulai ditinggalkan oleh teman-sahabat akibat efek ketidakadaan untuk berboros lagi.
 
Ada yang aneh sekaligus akan mengecewakan diri anda. Sebab ada yang berbeda ketika anda harus asyik hidup boros dan ketika anda sudah mulai terjebak dalam hidup yang penuh pemborosan. Seakan ada yang mulai hilang pada diri anda akibat ketidakmampuan hidup boros itu mulai menguat. Aneh ! sebab semua seakan memanfaatkan keborosan hidup anda. Dan ketika anda mulai kesulitan mempertahankan kebiasaan itu, semuapun seakan pergi menjauh dan tak berpengharapan. Aneh ! karena seakan ada pemanfaat hidup anda, yang sangat mungkin menyenangkan orang lain, namun anda sendiri yang akan menanggung semuanya, bukan mereka. Sungguh aneh memang !
 
Dan andapun mulai terjebak hutang-hutang akibat kebiasaan anda yang tidak waspada dengan keasyikan-keasyikan hidup ini. Kemudian andapun harus mulai sadar, bahwa hidup boros hanyalah menyenangkan orang lain. Dan lebih parah lagi Hidup Boros hanya akan menciptakan hutang-hutang yang kecil kemungkinan mampu membangun masa depan anda lebih menjanjikan secara ekonomi.
 
Tidak ada kata lain supaya anda punya masa depan yang lebih wajar tanpa terjebak oleh beban hutang dan sebagainya. Tidak ada kata lain untuk memulainya, untuk kebaikan diri anda, supaya anda tidak tertekan seperti keadaan sekarang ini. Tidak ada kata lain kecuali belajarlah hidup hemat !
 
Dan kalau anda tetap tidak bisa mengendalikan diri anda untuk hidup menerima dan merasa cukup dengan yang kita punya, maka bersiap-siaplah anda menghadapi keadaan yang lebih berat dari sekarang yang anda rasa! Semaikin lama anda tidak mencoba ! Maka kecil kemungkinan anda menjadi Satria yang Hidup Kaya! Dan hidup anda, sekarang dan akan datang adalah milik anda ! Bukan milik siapa - siapa.(rileksmedia/salahketik)
 
rileksmedia - 1 tahun yang lalu

Artikel Terkait

Add New Comment

Artikel Terbaru

Minum Wine Sambil Belajar di J.House Restaurant and Wine Bar
Industri hospitality dan kuliner Ibukota Jakarta segera disemarakkan dengan…
PUBLICO, Tempat Hangout Asik di Senopati
Bosan dengan sajian yang itu-itu dan saja dan mononton?…
Garuda Indonesia dan GE Berkolaborasi Tingkatkan Hidup Sehat dan Kegiatan Donor Darah
Garuda Indonesia dan General Electric (NYSE: GE) hari ini menyelenggarakan…
Smart Beam, Projector Terkecil di Dunia Hadir di Indonesia!
Astrindo Starvision baru saja mengumumkan kerja sama dengan SK Telecom…

Campaign

Nice Shot

Legends Football League (LFL) Tayang Perdana di KIX, dibintangi oleh tiga dara cantik : Liz Gorman,Angela Rypien, & Natalie Jahnkie (photo : rileksmedia) Legends Football League (LFL) Tayang Perdana di KIX, dibintangi oleh tiga dara cantik : Liz Gorman,Angela Rypien, & Natalie Jahnkie (photo : rileksmedia)

Rilekstube!


Partner :