Bagi masyarakat perkotaan waktu adalah sesuatu yang sangat penting. Tidak sedikit anggota masyarakat yang bekerja sampai larut malam, tidur pada dini hari namun sudah terjaga pada jam 5.00 pagi untuk beraktivitas sebagaimana biasanya.

Dalam keadaan seperti itu menjaga kebugaran tubuh tentunya sangat penting namun ketiadaan waktu sering menjadi kendala untuk berolahraga, oleh sebab itu mengoptimalkan waktu bekerja dan kehidupan sehari-hari dalam meningkatkan kebugaran tubuh perlu mendapat perhatian khusus.
Bila biasanya di rumah kita lebih banyak berbaring, duduk dan berjalan santai, cobalah mengubah kebiasaan dengan melakukan jalan cepat maka tanpa terasa akan terjadi pembakaran ekstra sebesar 2,1 kalori/menit. Dengan demikian untuk jalan cepat kepasar selama 30 menit akan menghasilkan 60 kalori yang jika disatukan dengan aktivitas lainnya seperti mencuci mobil , menyapu ataupun mengepel lantai akan menghasilkan kebugaran akibat tingkat pembakaran yang tidak sedikit.
Aktivitas di kantor tentunya tidak banyak pilihan yaitu duduk bekerja namun intensifikasi dapat dilakukan dengan menempatkan dan mengayuh pedal sepeda yang dikenal sebagai hand ergocycle di bawah meja kerja agar selama bekerja kita tetap dapat menambah pembakaran tubuh Bayangkan bila dalam sehari kita mampu mengayuh pedal tersebut selama 5 jam maka ekstra 200 kalori yang saat dikumpulkan untuk 5 hari kerja/ minggu akan mencetuskan penurunan berat badan sebanyak 100 – 200 gram tanpa harus menyediakan waktu khusus.
Intensifikasi waktu bekerja dan kehidupan sehari-hari dapat digunakan untuk meningkatkan kebugaran tubuh tanpa harus meluangkan waktu khusus oleh karenanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
- Tambahkan beban ataupun penekanan pada aktivitas kehidupan sehari-hari
- Lakukan aktivitas tersebut secara teratur dan berkesinambungan.
- Buatlah kegiatan tersebut menjadi kebiasaan.
- Tingkatan besarnya beban bilamana tubuh sudah terbiasa dan terlalu ringan untuk dilakukan.(MT/foto: ilustrasi/google/surabaya.oxl.co.id)
Dr. Michael Triangto, SpKO dikenal sebagai spesialis Kedokteran Olahraga yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kedokteran Olahraga Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Staf Ahli Medis untuk Persatuan Golf Indonesia. Selain aktif sebagai pembicara di berbagai seminar ilmiah dan popular, sehari-hari, dr. Michael berpraktek di RS Mitra Kemayoran serta Klinik Slim&Health Mal Taman Anggrek Jakarta. Bukunya yang berjudul Sport Therapy telah diterbitkan ulang oleh Penerbit Intisari.
rileksmedia -
1 tahun yang lalu