rileksmedia.com
Sign Up/Login with :
Ekonomi Bisnis

Bank Sampah: Solusi Permasalahan Sampah yang Menguntungkan!



Dalam kurun waktu 7 bulan, 10 Koperasi Bank Sampah di bawah payung program Jakarta Green and Clean, berhasil mereduksi lebih dari 14.000 kg sampah dan memberikan penghasilan bagi warga sebanyak Rp. 23.699.710. 9 juta populasi penduduk ibukota DKI Jakarta menghasilkan sedikitnya 6000 ton sampah setiap harinya, jika tidak dikelola dengan benar, maka bisa dibayangkan sampah-sampah tersebut akan menggunung hingga mengakibatkan banyak musibah, seperti banjir, penyebaran penyakit, polusi, dan lain-lain.  Hal ini merupakan permasalahan basar bagi kota Jakarta, khususnya masalah persampahan.

Berkaitan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada hari ini 21 Februari, model Bank Sampah bisa menjadi solusi permasalahan yang sedang dihadapi.  PT Unilever Indonesia, Tbk., melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) baru-baru ini telah meluncurkan Koperasi Bank Sampah, sebuah konsep pengumpulan sampah kering, seperti karton, majalah, kaleng dan sampah plastik yang sudah terkoordinasi dan sudah memiliki jaringan kerja dengan para pelapak sampah di area wilayah tertentu.  

Hadir dalam acara ini, Sinta Kaniawati General Manager Yayasan Unilever Indonesia, berkunjung ke Koperasi Bank Sampah Delima Mandiri, Jl. Delima III RT 013 RW 03 Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia mengatakan, Masalah sampah yang dihadapi kota Jakarta adalah masalah kita bersama, untuk itu perlu dicari jalan keluarnya secara bersama-sama. Konsep Bank Sampah ini membuat masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai jual yang dapat menghasilkan uang, sehingga mereka peduli untuk mengelolanya, mulai dari pemilahan, pengomposan, hingga menjadikan sampah sebagai barang yang bisa digunakan kembali dan bernilai ekonomis.”

Koperasi Bank Sampah lahir dari program Jakarta Green and Clean pada tahun 2007, suatu program pengelolaan lingkungan yang dijalankan YUI bersama mitra strategis, diantaranya Badan Pengelolaan Lingungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta.  Berawal dari program Bank Sampah pada tahun 2008, Koperasi Bank Sampah resmi dibentuk dan mempunyai badan hukum pada tahun 2010.

Koperasi Bank Sampah memiliki tiga keuntungan, yakni keuntungan ekonomi, sosial, dan lingkungan.  Dalam kurun waktu 7 bulan saja, sepuluh Koperasi Sampah dalam program Jakarta Green and Clean, telah berhasil mereduksi lebih dari 14.000 kg sampah dan mengumpulkan pendapatan bagi masyarakat sebanyak Rp. 23.699.710.

Keuntungan ekonomi yang didapat dari Bank Sampah adalah memberikan peningkatan skala usaha, pemasaran, pengadaan barang dan jasa, fasilitas kredit, dan pembagian sisa hasil usaha.  Selain itu kesempatan berkelompok, mendapatkan pendidikan dan pelatihan program sosial lainnya merupakan keuntungan sosial dari program Bank Sampah.  Yang terakhir adalah keuntungan lingkungan, yakni dengan adanya Bank Sampah terbukti efektif mereduksi sampah, menghemat lahan TPA, dan yang tidak kalah penting lingkungan menjadi asri, bersih, sehat, dan nyaman.

Konsep Koperasi Bank Sampah ini merupakan bentuk tanggung jawab PT Unilever Indonesia, Tbk pada masalah lingkungan, dan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap perbaikan lingkungan, dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana mengelola sampah secara benar dan cermat.

UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, menyebutkan bahwa perlu memandang sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk energi, kompos, pupuk, ataupun bahan baku industri; pengelolaan sampah dilakukan dengan kegiatan pengurangan sampah dan penanganan sampah yang baik.

Sesuai dengan UU tersebut, Unilever telah melakukan program lingkungan sejak tahun 2001 dalam program Surabaya Green and Clean, dan Jakarta Green and Clean tahun 2007, kemudian berkembang sampai saat ini di tujuh kota lainnya, yakni Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, dan Manado.  Program ini mengedukasi masyarakat mengelola sampah dengan konsep 3R, Reduce (pengurangan sampah), Reuse (pemanfaatan kembali sampah), dan Recycle (mendaur ulang sampah).

”Kami berharap program Koperasi Bank Sampah ini dapat terus berkembang, sehingga dapat mereduksi sampah lebih banyak lagi, dan dapat memberikan manfaat dan menambah pendapatan bagi masyarakat sekitarnya.  Kedepannya kami berharap program Koperasi Bank Sampah ini dapat merambah ke wilayah yang lebih luas lagi, sehingga manfaatnya pun dapat dirasakan lebih banyak lagi.  Dimulai dari Langkah Kecil untuk mendapatkan Perubahan yang Besar”, tutup Sinta.(rileksmedia/peh)
rileksmedia - 3 tahun yang lalu

Artikel Terkait

  • Tidak Ada Artikel Terkait.

Add New Comment

Artikel Terbaru

Kenikmatan Boba Lebah Chubby yang Menggoyang Lidah!
Banyak cara untuk menikmati sensasi bubble tea, salah satunya dengan…
Yuk! Tonton Match Kelas Dunia di OrangeTV
Para penggila si kulit budar kini makin dimanjakan dengan sajian…
Thrill Augmented Reality, Dari Layar Kaca Menuju Suasana Berbeda!
Setelah menyaksikan beragam tayangan film horor dari China “Bunshinsaba 2”…
Penuh Semangat, APAIDEMU 2014 Sambangi Universitas Indonesia
Banyak cara untuk membuat Indonesia bangga! ya, salah satunya dengan…

Campaign

Nice Shot

Ini dia perbedaan Asli dan Palsu Jam Tangan Richard Mille Yang Dipakai Jendral Moeldoko Kunjungan Mahasiswa Universiti Teknologi Mara Shah Alam, Malaysia ke Khadijah Islamic School: Sumbangan Buku Untuk Perpustakaan

Rilekstube!


Partner :